- Indonesia, Samarinda
WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA - Program Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membantu meringankan biaya pendidikan pelajar dan mahasiswa ternyata masih menyisakan kebingungan di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengakui banyak warga yang belum benar-benar memahami mekanisme dan alur bantuan dalam program ini. Hal serupa, kata dia, juga ditemui saat reses sebelumnya di beberapa lokasi.
“Memang masih banyak yang bingung, bukan hanya di Air Putih, tetapi juga di Sungai Dama. Banyak orang tua dan mahasiswa yang belum paham detail mekanismenya,” ujar Sapto.
Ia menegaskan bahwa Gratispol untuk mahasiswa baru sudah diprioritaskan untuk membantu biaya pendidikan, sedangkan pengadaan seragam untuk siswa SMA/SMK sudah dianggarkan oleh pemerintah daerah. Karena itu, ia mengingatkan pihak sekolah agar tidak lagi menarik biaya seragam dari wali murid.
“Anggarannya sudah ada. Sekolah tidak boleh lagi menarik biaya seragam dari wali murid,” tegasnya.
Sapto juga menilai perlu ada perbaikan dalam pola sosialisasi program ini. Ia berencana segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, khususnya Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), untuk memastikan penyampaian informasi bisa lebih masif dan mudah dipahami.
“Saya akan sampaikan ke Pemprov. Perlu ada pola penyampaian informasi yang lebih masif dan menyeluruh agar masyarakat tidak salah paham,” bebernya. (adv/sky/dprd kaltim)
Komentar