- Indonesia, Samarinda
WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA – Pemilu 2024 telah usai, namun Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur tetap menekankan pentingnya evaluasi terhadap peran media penyiaran dalam menjaga kualitas demokrasi. Hal ini disampaikan dalam forum virtual yang digelar sebagai tindak lanjut pengawasan selama masa kampanye dan pemungutan suara lalu.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kaltim, Tri Heriyanto, mengatakan bahwa peran media penyiaran sangat krusial dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan tahapan politik ke depan, termasuk Pilkada serentak 2024, dapat berjalan lebih baik.
“Pemilu yang sudah kita lalui memberi banyak pelajaran. Penyiaran bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga berperan menjaga ruang publik dari informasi yang bias maupun provokatif,” ujar Tri.
Ia mengungkapkan, selama Pemilu 2024 lalu, potensi hoaks, disinformasi, dan kampanye negatif masih cukup tinggi. KPID Kaltim bersama lembaga terkait melakukan pengawasan ketat dan penindakan terhadap pelanggaran penyiaran sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
“Jika ditemukan siaran yang mengandung ujaran kebencian atau tidak berimbang, KPID berwenang menjatuhkan sanksi administratif. Langkah ini diambil untuk menjaga netralitas dan integritas proses demokrasi,” tegasnya.
Tri juga menyoroti pentingnya disiplin lembaga penyiaran dalam membedakan konten jurnalistik dengan iklan politik. Menurutnya, kesalahan dalam pemisahan konten dapat merugikan publik dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap media.
“Ke depan, kami akan lebih memperkuat literasi media agar masyarakat mampu menilai informasi secara kritis. Kami juga mendorong penyiaran yang transparan, berimbang, dan bebas dari kepentingan politik yang tersembunyi,” pungkasnya.
KPID Kaltim berharap refleksi ini menjadi fondasi untuk memperkuat pengawasan dan kolaborasi lintas pihak menjelang Pilkada serentak 2024. Dengan pengawasan yang terstruktur dan partisipasi aktif masyarakat, kualitas demokrasi di Kalimantan Timur diyakini dapat semakin meningkat. (adv/sky/diskominfo kaltim)
Komentar