Kelurahan Melayu Dorong Program TPS 3R dan Penguatan Bank Sampah hingga Tingkat RT

  • Rabu, 2 Juli 2025

Foto : Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, saat memberikan keterangan terkait Kelurahan Melayu Dorong Program TPS 3R dan Penguatan Bank Sampah hingga Tingkat RT.

WARTA-DIGITAL.COM - KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmen dalam pengelolaan lingkungan melalui program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) serta penguatan Bank Sampah di tingkat rukun tetangga (RT).

 

 

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menjelaskan bahwa program TPS 3R akan digalakkan melalui skema pendanaan Rp50 juta per RT.

 

Dalam program tersebut, setiap RT ditargetkan memiliki minimal dua titik TPS 3R untuk mendukung pengelolaan sampah skala lokal.

 

“Insya Allah, kegiatan TPS 3R akan kami galakkan melalui program 50 juta per RT. Kami sudah arahkan, minimal ada dua titik TPS 3R di setiap RT, sesuai hasil sosialisasi kemarin,” ujar Aditiya, Rabu (2/7/2025).

 

Langkah ini, lanjut Aditiya, merupakan bagian dari upaya untuk membudayakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

 

Dengan memperkuat sistem TPS 3R di level RT, pemerintah kelurahan berharap masyarakat dapat terbiasa memilah sampah organik dan anorganik, serta mengelola limbah secara mandiri.

 

“Ini salah satu cara kami membiasakan masyarakat untuk memilah sampah mulai dari lingkungan keluarga,” jelasnya.

 

Pemerintah Kelurahan Melayu juga terus memperkuat program Bank Sampah, yang kini telah memiliki lokasi tetap setelah sempat mengalami penurunan aktivitas akibat perpindahan gedung.

 

“Alhamdulillah, antusias warga cukup tinggi. Hanya saja sempat menurun saat gedung kami belum tetap. Sekarang sudah ada tempatnya, dan kami pantau terus aktivitas nasabah melalui Grup WhatsApp,” ungkap Aditiya.

 

Saat ini, kegiatan Bank Sampah masih berfokus pada pengumpulan dan penjualan sampah dari warga.

 

Namun, dalam waktu dekat, pemerintah kelurahan akan mendorong pengembangan produk daur ulang hasil olahan sampah sebagai produk unggulan masyarakat.

 

“Bank Sampah bukan hanya sarana peduli lingkungan, tapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

 

Melalui integrasi antara TPS 3R dan Bank Sampah di setiap RT, Kelurahan Melayu menargetkan terciptanya lingkungan bersih, masyarakat sadar sampah, dan penguatan ekonomi berbasis daur ulang.

 

“Dari sampah ternyata bisa bernilai jual dan menjadi tambahan penghasilan,” pungkas Aditiya Rakhman. (adv/ruz/sky)

Komentar