Firnadi Dorong Pembukaan Akses Bukit Jering Lewat Pendanaan Provinsi

  • Senin, 8 Desember 2025

WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA – Akses menuju Bukit Jering masih menjadi persoalan utama warga desa tersebut. Lokasinya yang hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai membuat mobilitas penduduk cukup berat, termasuk untuk mengurus layanan di pusat kecamatan. Situasi ini dikeluhkan warga karena biaya transportasi yang harus dikeluarkan tidak sedikit.

 

Anggota DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan menyebut bahwa untuk sekali perjalanan ke pusat Kecamatan Muara Kaman, warga harus menyiapkan ongkos hampir Rp280 ribu. “Biaya ini jelas memberatkan masyarakat. Padahal ada jalur alternatif yang sebenarnya lebih dekat,” ujarnya.

 

Jalur yang dimaksud adalah akses darat sepanjang 10 kilometer. Namun, sekitar dua kilometer di antaranya mengalami kerusakan akibat longsor sehingga tak lagi bisa dilalui. Jika jalur tersebut diperbaiki atau diturap, warga dapat menuju Kecamatan Kota Bangun terlebih dahulu sebelum ke pusat kecamatan dengan biaya jauh lebih murah. “Kalau lewat Kota Bangun, pengeluaran warga hanya sekitar Rp30 ribu sekali jalan,” ungkap Firnadi.

 

Ia menegaskan bahwa pembiayaan perbaikan jalan bisa dilakukan melalui Pemprov Kaltim, baik melalui skema hibah maupun bantuan keuangan daerah. Firnadi memastikan siap memperjuangkan kebutuhan tersebut jika dokumen perencanaan teknis sudah lengkap. “Jika DED selesai, kami bisa mengawal anggarannya. DPRD siap bekerja sama dengan Pemkab Kukar,” jelasnya.

 

Selain mengatasi hambatan akses, Firnadi juga menyinggung pentingnya demokrasi yang menghasilkan keputusan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan harus lahir dari aspirasi rakyat. “Demokrasi itu basisnya dari rakyat untuk rakyat. Sistem pemilu harus melahirkan pemimpin yang memahami kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

 

Ia berharap pembukaan akses darat Bukit Jering menjadi prioritas agar pelayanan publik dan aktivitas ekonomi warga tidak lagi terbatas. (adv/sen/dprd prov kaltim)

 

Komentar