Darlis Pattalongi : Sektor Swasta Miliki Tanggung Jawab Sosial Bantu Anak di Kaltim

  • Selasa, 8 Juli 2025

WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA - Upaya untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Salah satu strategi yang diusulkan Komisi IV adalah menggandeng perusahaan swasta agar turut memberikan dukungan biaya hidup (living cost) bagi pelajar.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyebut bahwa beban anggaran pendidikan seharusnya tidak hanya dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah daerah melalui APBD.

 

Ia menilai, sektor swasta juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu anak-anak di Benua Etam mengakses pendidikan yang layak.

 

“Pemerintah cukup fokus membiayai kebutuhan utama seperti uang sekolah. Untuk biaya lain seperti transportasi dan akomodasi, perusahaan bisa ikut terlibat melalui program CSR atau kolaborasi lainnya,” jelas Darlis, Sabtu (21/6/2025).

 

Data menunjukkan, rata-rata lama sekolah di Kaltim baru mencapai 10,2 tahun. Artinya, secara umum penduduk Kaltim hanya menamatkan pendidikan sampai tingkat awal SMA.

 

Darlis menekankan, kondisi ini tak semata-mata terjadi karena masalah uang sekolah.

 

“Masih banyak anak yang berhenti sekolah karena tidak mampu menanggung biaya hidup sehari-hari. Mereka kesulitan ongkos, makan, tempat tinggal, dan kebutuhan harian lainnya,” tegasnya.

 

Menurutnya, jika aspek biaya hidup ini tidak diatasi bersama, maka kebijakan pendidikan gratis sekalipun akan sulit menyentuh akar masalah rendahnya angka partisipasi sekolah.

 

Darlis juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh hanya fokus pada kuantitas. Meski penting memperluas akses pendidikan, peningkatan kualitas juga tidak bisa diabaikan.

 

Ia menilai penting adanya perbaikan menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi guru, fasilitas sekolah yang layak, hingga sistem pembelajaran yang relevan.

 

“Program sekolah gratis itu baik, tapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sarana prasarana. Jangan sampai cuma mengejar angka, tapi kualitasnya terabaikan,” ujarnya.

 

Politisi ini berharap pemerintah daerah dapat mendorong sinergi yang konkret antara dunia usaha dan sektor pendidikan. Dengan kerja sama multisektor, ia optimis angka rata-rata lama sekolah di Kaltim bisa meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (Adv/sky)

 

Komentar