Taman Baca Sangia Yi Gola Inisiasi Festival Literasi 2025 GT Di Buton Selatan

  • Sabtu, 20 September 2025

WARTA - DIGITAL.COM Buton Selatan — Festival Literasi 2025 GT digelar di Dusun Katolemando, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada 14–16 September 2025. Selama tiga hari, kegiatan ini melibatkan 33 komunitas literasi, 20 Sekolah Menengah Atas (SMA), serta masyarakat sekitar dalam rangka memperkuat budaya baca di kawasan Kepulauan Buton Raya. 

Festival yang diinisiasi oleh Taman Baca Sangia Yi Gola ini dibuka dengan kegiatan Penguatan Literasi. Kegiatan ini berlangsung meriah dan disambut hangat oleh 33 Komunitas Literasi yang tersebar di kepulauan Buton.

Terlihat para partisipan begitu antusias untuk mengikuti kegiatan, mereka hadir membawa semangat, ide dan pengalaman dalam menggerakkan literasi di komunitas masing-masing. Sehingga suasana penuh keakraban tercipta lewat diskusi, hingga pertunjukan seni budaya yang menegaskan eratnya hubungan antara komunitas literasi dan kearifan budaya masyarakat lokal.

 

Pada hari kedua, festival berfokus pada kegiatan Penguatan Literasi di kalangan pelajar. Sebanyak 20 SMA mengikuti berbagai lomba dan forum yang membahas peran generasi muda dalam gerakan literasi.

 

Hari terakhir diisi dengan kegiatan terbuka untuk anak-anak dan masyarakat Dusun Katolemando. Sejumlah kegiatan seperti pembacaan cerita, permainan edukatif, dan panggung ekspresi budaya turut meramaikan acara.

 

Ketua Taman Baca Sangia Yi Gola, La Randi, menyampaikan bahwa Festival Literasi 2025 GT bukan hanya ajang seremonial. Lebih dari itu, Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun ekosistem literasi yang inklusif di seluruh Kepulauan Buton.

 

"Literasi adalah jalan pembebasan. Kami ingin memastikan bahwa semangat ini tidak hanya berhenti di ruang baca, maka literasi haruslah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang tidak bisa dipisahkan," kata La Randi.

 

Hal senada juga disampaikan Suhandi, SH, dari Komunitas Peduli Pendidikan Hendea (KP3 Hendea). Ia menilai festival ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam memperkuat gerakan literasi masyarakat se-Buton Raya.

 

"Gerakan literasi tidak bisa berdiri sendiri, dengan adanya festival ini menjadi ruang konsolidasi. Kita bisa saling belajar, menguatkan, dan membangun visi bersama. Dengan harapan besar bahwa literasi akan menjadi pondasi majunya SDM kedepannya, khususnya di Kepulauan Buton," ujarnya.

 

Perlu untuk diketahui bahwa, Taman Baca Sangia Yi Gola merupakan komunitas literasi berbasis masyarakat yang aktif di Buton Selatan. Komunitas ini dikenal melalui berbagai inisiatif seperti lapak baca, diskusi pelajar, dan kegiatan literasi berbasis budaya lokal. (sky/mar)

Komentar