- Indonesia, Samarinda
foto: Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, saat memberikan keterangan terkait peningkatan infrastruktur di wilayahnya. (ruz/sky/warta-digital.com/17/06/2025)
WARTA-DIGITAL.COM - KUTAI KARTANEGARA - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membangun kawasan pemekaran baru semakin nyata. Fokus pembangunan tahun ini tertuju pada Kecamatan Kota Bangun Darat, dengan sejumlah proyek strategis yang mulai digarap demi meningkatkan konektivitas dan pelayanan publik.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, mengungkapkan bahwa salah satu prioritas utama tahun 2025 adalah peningkatan jalan strategis Sukabumi – Monosari. Proyek ini dirancang rampung dalam waktu dua tahun melalui skema selamisasi, yakni pengaspalan berstandar jalan mantap.
“Pembangunan sudah mulai berjalan tahun ini, khususnya pada ruas Sedulang – Kedang Ipil sepanjang ±1 kilometer. Saat ini masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya, Selasa (17/06/2025).
Tak berhenti di situ, segmen Monosari – Kedang Ipil telah mendapatkan alokasi anggaran Rp1,5 miliar dari APBD Murni 2025. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar pun merencanakan penambahan dana sebesar Rp10 miliar dalam APBD Perubahan tahun ini, untuk melanjutkan pembangunan jalan sekitar 1 kilometer tambahan.
“Masih ada 4,5 kilometer jalan yang menjadi pekerjaan rumah kami. Ini ditargetkan tuntas pada tahun 2026 melalui APBD Murni,” tambah Julkifli.
Tak hanya membangun konektivitas, Pemkab Kukar juga mempercepat penyediaan fasilitas pelayanan publik. Gedung Kantor Camat Kota Bangun Darat kini telah berdiri dan hanya tinggal menunggu pemasangan jaringan listrik, yang ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Proses lelang pun sedang berlangsung di Dinas PU.
Untuk menunjang kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat, lahan seluas 10 hektare telah disiapkan. Dari luasan itu, 2,75 hektare akan digunakan untuk unit kerja utama seperti kantor camat, sementara 7,25 hektare lainnya disiapkan bagi pembangunan fasilitas pendukung seperti Polsek, Koramil, dan Puskesmas, yang kini memasuki tahap perencanaan teknis.
Sementara di sektor kesehatan, Julkifli menegaskan bahwa masyarakat Kota Bangun Darat saat ini masih dilayani oleh Puskesmas Rimba Ayu yang berlokasi di wilayah Kota Bangun II. Namun, status puskesmas tersebut kini telah ditingkatkan menjadi puskesmas penuh, dengan kapasitas lebih besar untuk menjangkau seluruh wilayah kecamatan.
“Penanganan pasien dilakukan secara berjenjang. Untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Dayaku Raja Kota Bangun,” jelasnya.
Pembangunan infrastruktur di Kota Bangun Darat bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari upaya besar membangun fondasi wilayah pemekaran baru agar mampu berkembang secara mandiri.
“Langkah-langkah ini kami harapkan mampu memperkuat pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di wilayah ini,” tutup Julkifli dengan optimistis. (adv/ruz/sky)
Komentar