Nikmati Layanan Pemeriksaaan Kesehatan Gratis, Kini Masyarakat Bisa Mengakses Aplikasi Satu Sehat

  • Jumat, 14 Maret 2025

Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar.

WARTA-DIGITAL.COM - KUTAI KARTANEGARA – Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, kini dapat diakses kapan saja tanpa harus menunggu momen tertentu, dan hal itu menjadi langkah besar dalam meningkatkan layanan kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kusnandar, saat dijumpai disela-sela kegiatannya, pada Jumat (14/03/2025).

 

“Program tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya strategis dalam deteksi dini berbagai penyakit,” ujar Kusnandar.

 

Lebih lanjut Kusnandar menjelaskan, layanan tersebut bisa diakses setiap hari bagi warga masyarakat yang membutuhkan, dengan syarat melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi Satu Sehat. 

 

“Dengan sistem pendaftaran digital ini, puskesmas bisa mempersiapkan tenaga medis dan fasilitas yang diperlukan sesuai jumlah pendaftar harian,” terangnya.


“Dimana hal itu juga bisa membantu dalam manajemen antrean, agar layanan di puskesmas tetap efisien,” imbuhnya.

 

Kusnandar juga menyebut bahwa, di balik kemudahan akses tersebut, ada tantangan yang masih dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah keterbatasan kuota pemeriksaan harian. 

 

Kini, setiap puskesmas hanya dapat menerima maksimal 20 orang per hari. Hal tersebut disebabkan oleh durasi pemeriksaan yang cukup panjang, yakni mencakup pemeriksaan dokter, laboratorium, hingga konsultasi gizi bagi pasien yang membutuhkan.  

 

“Berbeda dengan pasien sakit yang hanya menuju satu poli tertentu, pemeriksaan gratis ini memerlukan lebih banyak tahapan,” ungkap Kusnandar.

 

“Jika hasil laboratorium menunjukkan kondisi tertentu, misalnya kadar kolesterol yang tinggi, maka pasien harus mendapatkan konsultasi lebih lanjut,” sambung Kusnandar. 

 

Tak hanya itu, Kusnandar mengungkap bahwa selain keterbatasan kuota, faktor literasi digital masyarakat juga menjadi tantangan dalam penerapan sistem pendaftaran berbasis aplikasi.

 

Pasalnya, tidak semua warga, terutama di pedesaan, familiar dengan penggunaan aplikasi Satu Sehat tersebut.

 

Untuk itu, kini Dinkes Kukar terus melakukan sosialisasi agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya bagi warga yang berada di daerah terpencil.  

 

“Untuk pendanaan program tersebut, berasal dari Bantuan Mobilisasi Alokasi Pusat (BMAP) dan diintegrasikan dengan program Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang telah berjalan,” beber Kusnandar.

 

Kusnandar juga mengemukakan, untuk pemeriksaan yang dilakukan ini mencakup deteksi hipertensi, diabetes melitus (DM), kesehatan jiwa, hingga layanan kesehatan bagi lansia. Dimana semua data pemeriksaan tersebut, terdokumentasi dalam sistem digital untuk memastikan pencatatan yang lebih akurat.  

 

Menurutnya, jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit, maka pasien akan langsung diarahkan untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

 

“Bagi warga Kukar yang memiliki NIK dan terdaftar di BPJS Kesehatan, biaya pengobatan akan ditanggung sesuai kelas yang dimiliki,” terang Kusnandar.

 

“Sementara itu, bagi warga yang belum memiliki kelas 3, maka subsidi akan diberikan oleh pemerintah daerah,” tambah Kusnandar.

 

Kusnandar juga menegaskan bahwa, deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit, dan ia mengajak seluruh masyarakat Kukar, terutama warga yang berusia di atas 15 tahun untuk memanfaatkan kesempatan ini.

 

“Lebih baik melakukan pemeriksaan sebelum muncul gejala penyakit, jangan menunggu sakit baru berobat,” pintanya.

 

“Program ini ada, untuk menjaga kesehatan masyarakat secara lebih preventif,” pungkasnya. (adv/bil/sky)

Komentar