- Indonesia, Samarinda
WARTA-DIGITAL.COM Samarinda — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem penyiaran yang sehat dan bertanggung jawab, terutama di tengah derasnya arus informasi digital. Hal ini ditegaskan dalam Seminar Nasional bertema “Membangun Mahasiswa Cerdas dan Kritis di Era Digital: Literasi Media untuk Penyiaran Sehat” yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim, Kamis (12/6/2025).
Menghadirkan mahasiswa sebagai peserta utama, kegiatan ini menjadi wadah penting dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi media di kalangan generasi muda.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kaltim, Tri Heriyanto, dalam paparannya mengungkapkan bahwa tantangan pengawasan penyiaran saat ini semakin kompleks.
“Regulasi yang ada saat ini, yakni UU No. 32 Tahun 2002, belum menjangkau pengawasan terhadap konten digital seperti YouTube, TikTok, atau media sosial lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa urgensi revisi UU Penyiaran menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya konsumsi konten digital di masyarakat.
“Mahasiswa sering bertanya: kenapa konten medsos tidak diawasi? Jawabannya karena keterbatasan regulasi. Untuk itu, kami terus mendorong reformasi hukum penyiaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman,” lanjut Tri.
Rektor UNU Kaltim, H. Farid Wadjdy, menyambut baik kehadiran KPID Kaltim di kampus. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan misi kampus dalam mencetak insan akademik yang cerdas secara digital dan bertanggung jawab sebagai warga media.
Dalam sesi diskusi, akademisi Akhmad Muadin dan Koorbid Pengawasan Isi Siaran KPID Kaltim, Adji Novita Wida Vantina, juga memberikan perspektif penting mengenai peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memerangi hoaks dan membangun budaya literasi media.
“Literasi media bukan hanya tanggung jawab lembaga penyiaran atau regulator. Mahasiswa juga harus punya kesadaran untuk melakukan verifikasi, tidak mudah percaya, dan membiasakan diri berpikir kritis terhadap setiap informasi,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, KPID Kaltim berharap sinergi dengan kalangan kampus terus diperkuat, agar penyiaran sehat tidak hanya menjadi slogan, tetapi gerakan nyata yang ditopang oleh partisipasi aktif generasi muda. (adv/sky)
Komentar