- Indonesia, Samarinda
WARTA-DIGITAL.COM Samarinda — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Literasi Media sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang kritis, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi banjir informasi digital. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (29/7) dengan menghadirkan pelajar sebagai peserta utama.
Ketua KPID Kaltim, Irwansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi media merupakan bekal penting bagi generasi muda di era digital.
“KPID memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan masyarakat, khususnya pelajar, memiliki pemahaman yang benar dalam menggunakan media. Literasi media adalah kunci untuk menciptakan ruang publik yang sehat,” ujarnya.
Sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pakar komunikasi, hingga komisioner KPID turut memberikan materi. Pembahasan mencakup empat kompetensi literasi media, kewaspadaan terhadap hoaks dan disinformasi, konsekuensi hukum atas penyebaran informasi palsu, hingga mekanisme pengawasan isi siaran melalui regulasi P3SPS.
Irwansyah menambahkan, literasi media tidak sekadar teori, tetapi harus menjadi gerakan bersama.
“Kami berharap generasi muda tidak hanya cerdas mengakses informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menjaga kualitas penyiaran dan ruang digital,” katanya.
Sebagai wujud konkret kolaborasi, kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KPID Kaltim dan SMKN 4 Samarinda. Kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan literasi media di lingkungan pelajar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KPID Kaltim meneguhkan komitmennya untuk terus hadir sebagai lembaga pengawas sekaligus pendidik masyarakat, demi terciptanya ekosistem penyiaran yang sehat, berimbang, dan bermanfaat. (adv/sky)
Komentar