- Indonesia, Samarinda
WARTA-DIGITAL.COM Samarinda – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur, Irwansyah, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Kalimantan Timur menjaga stabilitas dan kedamaian, khususnya dalam momentum penting seperti pemilu dan pilkada.
Menurutnya, kondisi damai yang tercipta di Kaltim bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga, penyelenggara pemilu, hingga aparat keamanan. Sinergi yang kuat ini menjadikan Kaltim sebagai contoh provinsi dengan penyelenggaraan pesta demokrasi yang aman, tertib, dan demokratis.
Dalam setiap pemilu maupun pilkada, Kaltim selalu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Indeks pesta demokrasi kita juga termasuk yang terbaik,” ungkap Irwansyah.
Irwansyah menambahkan bahwa kedamaian yang terjaga di Kaltim memiliki dampak positif yang luas, terutama bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial. Ia menekankan bahwa konflik atau kekacauan hanya akan membawa kerugian besar bagi masyarakat.
“Seandainya terjadi chaos, dampaknya sangat berbahaya. Perekonomian bisa lumpuh, pendidikan terganggu, bahkan penjarahan dan tindak kriminalitas bisa meningkat jika masyarakat mudah terprovokasi oleh misinformasi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi informasi, khususnya di era digital. Menurutnya, masyarakat harus mampu menyaring berita dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas kebenarannya. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dan konflik yang berawal dari penyebaran hoaks.
Lebih lanjut, Irwansyah mengajak seluruh pihak, termasuk media, aktivis, DPRD, dan pemerintah daerah, untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas yang telah tercapai. Ia yakin, dengan kolaborasi yang baik, Kaltim akan semakin maju dan sejahtera.
“Kedamaian adalah modal utama pembangunan. Jika kita mampu merawat stabilitas ini, Kaltim akan semakin kuat menghadapi tantangan global maupun nasional,” tutupnya. (adv/sky)
Komentar