DPRD Kaltim Dukung Pelestarian Tradisi Lewat Pelas Adat 10 di Kutai Timur

  • Minggu, 7 Desember 2025

WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agus Aras, menghadiri rangkaian Pelas Adat 10 Kabupaten Kutai Timur yang digelar pada 4–6 Desember 2025 di Lapangan STQ Sangatta Utara. Kegiatan sakral ini menjadi momentum besar bagi masyarakat Kutim dalam merawat warisan leluhur dan memperkuat identitas budaya daerah.

 

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur, unsur Forkopimda, Ketua Adat Besar Kutai, para pemangku adat, serta masyarakat Sangatta yang hadir memenuhi lokasi acara. Pelas Adat menjadi salah satu tradisi besar yang terus dijaga secara turun-temurun sebagai simbol syukur, doa keselamatan, dan ikatan sosial masyarakat Kutai.

 

Dalam sambutannya, Agus Aras menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pelas Adat 10 yang tidak hanya menghadirkan ritual adat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh lapisan masyarakat. “Ini bukan sekadar pesta adat, tetapi cermin kekuatan budaya Kutai yang masih hidup dan diterima dengan bangga oleh generasi muda. DPRD tentu memberikan dukungan penuh agar tradisi ini terus dilestarikan,” ujar Agus.

 

Agus menambahkan, rangkaian Pelas Adat menghadirkan banyak aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari ritual ngenjong, pemotongan sapi, mendirikan tiang ayu, bepelas, festival tari adat, hingga pameran UMKM. Menurutnya, beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya berbentuk simbol upacara, tetapi juga kekuatan ekonomi dan sosial. “Tradisi ini menghidupkan banyak sektor, termasuk UMKM dan seni budaya lokal,” jelasnya.

 

Ketua Adat Besar Kutai yang turut memberikan sambutan, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan DPRD Kaltim. Ia menyebut bahwa pelestarian adat tidak mungkin berjalan tanpa peran pemangku kebijakan. “Kami berharap nilai luhur ini bisa diwariskan kepada anak cucu kita. Dukungan pemerintah membuat kami semakin yakin bahwa budaya Kutai akan tetap kuat,” ucapnya.

 

Agus Aras juga menegaskan bahwa DPRD Kaltim siap mendorong penguatan kebudayaan melalui kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada kegiatan adat dan pelestarian nilai lokal. Menurutnya, identitas budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang tidak bisa dipisahkan dari kemajuan ekonomi. “Budaya adalah ruh daerah. Kalau kita bicara masa depan Kaltim, kita juga bicara tentang bagaimana adat dan tradisi tetap menjadi kebanggaan kita bersama,” tegasnya.

 

Pelas Adat 10 Kutai Timur ditutup dengan gelar seni budaya, doa keselamatan, dan penampilan tari daerah yang memadukan unsur adat serta kreativitas generasi muda. Kehadiran DPRD Kaltim di tengah masyarakat diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, pemangku adat, dan warga dalam menjaga kekayaan budaya yang terus hidup di Bumi Etam. (adv/sen/dprd prov kaltim)

Komentar