- Indonesia, Samarinda
WARTA-DOGITAL.COM Samarinda — Arus informasi digital yang semakin deras memunculkan potensi maraknya hoaks, disinformasi, dan misinformasi. Kondisi ini menuntut generasi muda untuk lebih kritis dalam menyikapi setiap berita yang beredar.
Hal tersebut disampaikan oleh pakar komunikasi, Andi Muhammad Abdi, dalam kegiatan Literasi Media KPID Kaltim di SMKN 4 Samarinda, Selasa, 29 Juli 2025.
“Bahaya hoaks bisa dikenali dari judul sensasional, sumber tidak jelas, dan tidak dimuat di media terpercaya,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga ruang digital. “Generasi muda harus menjadi agen literasi digital, bukan sekadar konsumen informasi, tetapi juga penjaga kebenaran,” ujarnya.
Abdi menutup dengan pesan reflektif: “Pilihannya hanya dua: menjadi bagian dari solusi atau justru menjadi masalah. Diam berarti ikut membiarkan masalah,” katanya. (adv/sky)
Komentar