- Indonesia, Samarinda
WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem media yang sehat dan edukatif. Melalui kegiatan Literasi Media 2025 bertema “Membangun Mahasiswa Cerdas dan Kritis di Era Digital: Literasi Media untuk Penyiaran Sehat”, KPID Kaltim menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim sebagai tuan rumah.
Kegiatan ini akan berlangsung pada Kamis, 12 Juni 2025, di Aula UNU Kaltim, dan diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Literasi Media 2025 merupakan bagian dari rangkaian tiga program utama KPID Kaltim tahun ini, yang difokuskan untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan mahasiswa terhadap arus informasi digital yang masif dan sering kali menyesatkan.
Sejumlah narasumber akan hadir, antara lain:
1. Tri Heriyanto, S.Ag., M.Pd. (Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kaltim)
2. Adji Novita Wida Vantina, S.Sos. (Koordinator Pengawasan Isi Siaran KPID Kaltim)
3. Dr. H. Farid Wadjdy, M.Pd. (Rektor UNU Kaltim)
4. Dr. Akhmad Muadin, M.Pd. (Wakil Dekan UINSI Samarinda)
Dalam keterangannya, Tri Heriyanto menekankan pentingnya membangun daya kritis mahasiswa terhadap konten media, terutama di tengah maraknya informasi hoaks dan konten negatif di ruang digital.
“Mahasiswa adalah kelompok yang aktif mengakses dan menyebarkan informasi. Karena itu, mereka perlu dibekali literasi media agar tidak mudah terpengaruh konten destruktif, dan sebaliknya, bisa menjadi agen perubahan menuju penyiaran yang sehat dan beradab,” tutupnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa literasi media bukan hanya tanggung jawab lembaga penyiaran, tetapi juga dunia pendidikan dan seluruh masyarakat. Kolaborasi antara KPID dan perguruan tinggi menjadi langkah konkret menciptakan ruang media yang berimbang, bertanggung jawab, dan mencerdaskan. (adv/sky)
Komentar