Komisi Empat Usulkan Beasiswa Kedokteran Berbasis Wilayah

  • Rabu, 30 Juli 2025

WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA - Ketimpangan tenaga medis di Kalimantan Timur menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kaltim. Kondisi ini dinilai krusial, mengingat sebagian besar wilayah terpencil masih mengalami kekurangan dokter dan tenaga kesehatan lainnya, meskipun pembangunan di sektor kesehatan terus digaungkan.

 

 

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, jumlah dokter yang tersedia saat ini hanya sekitar 2.000 orang. Angka itu masih jauh dari kebutuhan ideal provinsi, yang diperkirakan mencapai 4.000 tenaga medis secara menyeluruh.

 

“Masalah ini tidak bisa dianggap biasa. Kita berbicara soal pelayanan dasar yang belum merata, terutama di daerah 3T,” kata Baba, Rabu (30/7/2025).

 

Sebagai solusi jangka panjang, DPRD mendorong penguatan kebijakan melalui program beasiswa kedokteran berbasis ikatan dinas. Program ini ditujukan untuk memfasilitasi calon dokter, khususnya dokter spesialis, agar dapat kembali dan mengabdi di kampung halamannya setelah menyelesaikan pendidikan.

 

Rencananya, DPRD akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah rumah sakit milik Pemprov guna menggali lebih dalam tantangan yang dihadapi. Forum itu diharapkan bisa membuka jalan bagi kebijakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

 

“Kita tidak ingin mengambil keputusan dari balik meja. Suara dari rumah sakit dan tenaga kesehatan di lapangan harus menjadi acuan,” tegas Baba.

 

Tak hanya soal SDM, Komisi IV juga menyoroti pentingnya pengembangan infrastruktur kesehatan yang memadai. Di sisi lain, mereka turut mendorong pemanfaatan teknologi digital seperti telemedicine, untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan akses yang masih sulit. (adv/sky)

Komentar