Guntur Desak Percepatan Semenisasi Jalan di Kukar

  • Senin, 30 Juni 2025

WARTA-DIGITAL.COM SAMARINDA - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Guntur, meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim memberikan perhatian khusus terhadap infrastruktur jalan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang menurutnya masih banyak mengalami kerusakan, terutama di wilayah-wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.

Pernyataan itu disampaikan Guntur usai menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman-Rendi Solihin, Senin (23/06), di Kantor Gubernur Kaltim.

 

“Pak Gubernur sendiri kemarin saat ke acara PEDA KTNA di Kubar, beliau sempat melintas langsung ke Kukar lewat jalan Bayan Brum ke Tabang. Pulangnya beliau lewat Sebelimbingan. Di situ beliau menyaksikan langsung bagaimana kondisi jalan kita yang masih banyak rusak,” ungkap Guntur.

 

Menurut Guntur, kerusakan jalan tersebut bukan hal baru. Sebagian besar ruas yang rusak merupakan jalan yang dibangun di atas rawa dan dulunya hanya ditimbun seadanya.

 

Ia menjelaskan, jalan tersebut pernah diaspal karena desakan masyarakat, padahal secara teknis, material aspal tidak ideal untuk daerah rawan rendaman air.

 

“Dulu itu jalan ditimbun dari rawa, sudah dinaikkan sekitar 4 meter. Tapi tetap tidak cukup kuat kalau hanya diaspal. Waktu itu masyarakat minta segera diaspal karena sudah lama menunggu akses layak. Tapi kita tahu aspal nggak tahan banjir. Harusnya dari awal disemen,” jelas politisi asal daerah pemilihan Kukar itu.

 

Guntur menyebut, kerusakan yang terjadi sekarang merupakan dampak dari pilihan teknis yang tidak sesuai.

 

Namun, ia mengapresiasi bahwa saat ini Pemkab Kukar sudah mulai melakukan perbaikan dengan progres semenisasi di beberapa titik, terutama di jalur menuju Kecamatan Tabang.

 

“Saya ke sana beberapa bulan lalu, dan memang sudah mulai ada semenisasi. Tapi ini kan butuh percepatan. Jalan-jalan penghubung ini vital bagi masyarakat di hulu Kukar,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Guntur menegaskan bahwa Kukar merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah terluas di Kaltim. Akses antarkecamatan bisa memakan waktu hingga delapan jam lebih, terutama ke wilayah pedalaman seperti Tabang, Kembang Janggut, atau Kenohan.

 

“Jarak dari Samarinda ke Tabang bisa sampai tujuh sampai sembilan jam. Ini menggambarkan betapa beratnya tantangan pembangunan infrastruktur di Kukar. Maka saya minta perhatian serius dari Pak Gubernur dan Pak Wagub,” ujarnya.

 

Ia mengakui bahwa jumlah penduduk Kukar tidak sebanyak daerah lain, namun luas wilayahnya yang masif memerlukan strategi pembangunan yang berbeda, termasuk anggaran khusus untuk membuka keterisolasian wilayah.

 

“Wilayah luas itu berarti tantangan logistik dan distribusi pembangunan yang tinggi. Kalau dibiarkan, akan memperlebar ketimpangan antarwilayah,” tegasnya.

 

Guntur menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama jalan-jalan yang statusnya berada di bawah kewenangan provinsi.

 

“Saya harap dengan kepemimpinan baru Kukar dan kepemimpinan baru di provinsi juga, kolaborasi (adv/sky)

Komentar