- Indonesia, Samarinda
Teks Foto : Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, saat memberikan keterangan terkait pembangunan di wilayahnya. (ruz/sky/warta-digital.com)
WARTA-DIGITAL.COM - KUTAI KARTANEGARA - Pembangunan di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menunjukkan kemajuan yang signifikan dan strategis. Melalui pendekatan bertahap dan berkelanjutan, pembangunan difokuskan pada peningkatan infrastruktur serta pemanfaatan potensi lokal desa.

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti irigasi, jalan usaha tani, dan konektivitas antarwilayah terus dilakukan secara bertahap.
Salah satu prioritas utama adalah pembangunan jalan penghubung menuju Desa Bendang Raya (Kecamatan Tenggarong), Dusun Serbaya, Desa Sebulu Moderen, dan Desa Senoni (Kecamatan Sebulu).
“Sebagian besar infrastruktur sudah terealisasi, dan sisanya ditargetkan rampung pada 2025–2026,” ujar Muhammad Yusuf, Senin (7/7/2025).
Menurut Yusuf, strategi pembangunan desa dilakukan dengan sistem kolaboratif, memanfaatkan Dana Desa, dukungan APBD, serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan skala prioritas masing-masing wilayah.
“Kami menerapkan pendekatan bertahap dan berkelanjutan, dengan menyesuaikan kebutuhan serta skala prioritas desa,” jelasnya.
Tak hanya sektor fisik, Desa Rapak Lambur juga mengarahkan pembangunan untuk mengangkat potensi lokal seperti pertanian, perkebunan durian, dan UMKM. Desa juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui pelatihan UMKM, pembinaan kader PKK dan Posyandu, serta pengelolaan bank sampah.
“Rencananya kami juga akan memanfaatkan program nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih untuk mendukung kemandirian ekonomi,” tambah Yusuf.
Desa Rapak Lambur memiliki lahan sawah seluas 800 hektare, di mana sekitar 500 hektare telah produktif, sementara 300 hektare sisanya masih berupa lahan tidur. Pemerintah desa menargetkan pembukaan lahan tersebut melalui program kabupaten, untuk mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Tenggarong.
“Kami menargetkan pembukaan lahan tidur agar bisa menjadi lumbung pangan kawasan,” jelas Yusuf.
Sementara itu, perkebunan durian yang dahulu menjadi komoditas utama, kini lebih berperan sebagai sumber pendapatan sampingan warga. Di sisi lain, sektor UMKM berkembang pesat dengan sekitar 60 pelaku usaha aktif yang mendapatkan pelatihan rutin, bantuan permodalan, serta penyediaan booth jualan oleh pemerintah desa.
“UMKM kami terus didukung lewat pelatihan dan fasilitasi dari desa,” ungkap Yusuf.
Dalam bidang lingkungan, Desa Rapak Lambur sedang mengajukan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, guna mengatasi keterbatasan sistem pengelolaan sampah yang masih belum memadai.
“Kami sangat membutuhkan fasilitas TPS 3R. Sementara ini, bank sampah sudah berjalan dan dikelola secara swadaya oleh ibu-ibu PKK,” pungkas Yusuf. (adv/ruz/sky)
Komentar