Desa Kersik Marangkayu Miliki Potensi Perikanan Yang Menjanjikan

  • Sabtu, 1 Maret 2025

Kepala Desa Kersik, Jumadi

WARTA-DIGITAL.COM - KUTAI KARTANEGARA - Desa Kersik merupakan satu dari sebelas desa yang berada di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), memiliki potensi di sektor perikanan berupa hasil yang sangat menjanjikan.

 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Kersik Jumadi, saat jumpai disela-sela kegiatannya, pada Sabtu (01/03/2025).

 

"Perikanan di Desa Kersik cukup menjanjikan, banyak warga kami yang berprofesi sebagai nelayan,” ujar Jumadi.

 

Lebih lanjut Jumadi menerangkan, potensi perikanan yang cukup besar di Desa Kersik ini, tentunya menjadi daya tarik para penghobi pemancing dari berbagai daerah.

 

Tak hanya sampai disitu saja, hasil laut tangkapan para nelayan Desa Kersik itu juga selalu menjadi incaran para pengepul ikan baik didalam maupun diluar daerah.

 

"Wilayah kami menjadi spot memancing bagi para penghobi pemancing dari berbagai daerah seperti Tenggarong, Samarinda dan Bontang," ungkap Jumadi.

 

Meski memiliki potensi yang menjanjikan, tapi sangat disayangkan masih terdapat beberapa permasalahan, dan kini menjadi fokus Pemerintah Desa Kersik, terkait dengan perikanan mulai dari penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan hingga permasalahan limbah pabrik dan rumah tangga.

 

“Kami sering menggelar sosialisasi terkait penangkapan ikan, dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan," beber Jumadi.

 

"Selain itu, kami juga mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk stop buang sampah ke laut baik yang padat maupun cairan," sambung Jumadi.

 

Jumadi juga berharap, adanya bantuan dari pihak ketiga untuk melakukan penelitian serta rehabilitasi terkait ekosistem laut yang mungkin saja telah mengalami kerusakan karena limbah.

 

Hal tersebut dilakukan, agar nantinya sektor perikanan lebih maksimal dan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar khususnya di Desa Kersik.

 

“Air kita ini sudah cukup tercemar dengan aktivitas yang ada, di hulunya limbah perusahaan dan limbah rumah tangga,” sebut Jumadi.

 

“Tentunya hal tersebut merusak air, makanya kami butuh teknologi dan peneliti untuk menangani ini,” pungkas Jumadi. (adv/fin/sky)

Komentar